Senin, 05 Oktober 2015

Cinta semu karna nafsu, Cinta abadi karna Alloh

Masa remaja memang tak luput dari masalah-masalah sekitar percintaan, cinta? apa yang dimaksud cinta?cinta bisa didefinisikan sebagai suatu perasaan yang positif dan diberikan pada manusia atau benda lainnya. Bisa dialami semua makhluk.
ya, suatu perasaan yang ada dalam hati manusia yang bisa di salurkan secara intern ataupun extern.  perasaan yang kita salurkan tanpa ada niat yang benar hanya berbentuk hawa nafsu saja, siapa yang menciptakan hawa nafsu? tentu diri kita yang di pengaruhi oleh syetan, jadi ketika kita menyalurkan hawa nafsu kita dengan cinta semu karna nafsu maka sesungguhnya kita telah mengikuti syetan, apakah syetan yang harus kita ikuti? tentu itu sesuatu yang sangat sangat salah, karna sesungguhnya yang harus kita ikuti adalah risalah Rasul yakni Qur'an dan hadit yang berasal dari firman Alloh dan perbuatan Rasul. nafsu ysng membuat cinta kita sia-sia, karna cinta yang kita maksudkan adalah karna nafsu, bukan semata-mata tulus dari hati, masalah remaja tentang cinta terfokus pada suatu hal yang dinamakan dengan pacaran, apakah ada pacaran dalam isalam? bagaimana pacaran secara islami? apakah pacaran mendekati zina? bagaimana jika saya pacaran hanya beerkirim SMS saja?, mungkin pertanyaan-pertanyaan itu yang sering terlintas dari seorang remaja terutama remaja yang di beri gelar 'sanri' karna ingin menjaga gelarnya maka di menutupi kata pacaran dengan pacaran yang ceritnaya islami,
kita uraikan satu persatu
1. apakah ada pacaran dalam islam?
jawabannya sangat kuat bahwa TIDAK ADA PACARAN DALAM ISLAM, berdasasarkan dalil
"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan sesuatu jalan yang buruk." (QS. Al-Isra, 17 : 32)



Apa saja perbuatan yang tergolong MENDEKATI ZINA itu?

Diantaranya adalah: saling memandang, merajuk atau manja, bersentuhan (berpegangan tangan, berpelukan, berciuman, dll), berdua-duaan, dll.

Karena unsur-unsur ini dilarang dalam agama Islam, maka tentu saja hal-hal yang di dalamnya terdapat unsur tersebut adalah dilarang. Termasuk aktifitas yang namanya

"PACARAN"

Hal ini sebagaimana telah disebutkan dalam hadits berikut:

Dari Ibnu Abbas r.a. dikatakan: "Tidak ada yang ku perhitungkan lebih menjelaskan tentang dosa-dosa kecil dari pada hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Allah telah menentukan bagi anak Adam bagiannya dari zina yang pasti dia

lakukan. Zinanya mata adalah melihat (dengan syahwat), zinanya lidah adalah mengucapkan (dengan syahwat), zinanya hati adalah mengharap dan menginginkan (pemenuhan nafsu syahwat), maka farji (kemaluan) yang membenarkan atau mendustakannya." (HR. Al-Bukhari dan Imam

Muslim)

Dalil di atas kemudian juga diperkuat lagi oleh beberapa hadits dan ayat Al-Qur'an berikut:

"Janganlah seorang laki-laki berdua-duaan dengan wanita kecuali bersama mahramnya."

(HR. Al-Bukhari dan Imam Muslim)

"Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah seorang laki-laki sendirian dengan seorang wanita yang tidak disertai mahramnya. Karena sesungguhnya yang ketiganya adalah syaitan." (HR. Imam Ahmad)

"Seandainya kepala seseorang ditusuk dengan jarum besi, itu lebih baik dari pada menyentuh wanita yang tidak halal baginya." (Hadist Hasan, Thabrani dalam Mu'jam Kabir 20/174/386)
apakah masih belum bisa menerima bahwa pacaran dalam islam itu tidak ada?
2. bagaimana pacaran secara islami?
yang jelas pacaran aja tidak ada, nah ini di wadahai dengan kata Islami,, pengennya apa? masih pengen mendekati zina? tapi ada beberapa tips jika anda memang ingin pacaran secara islami
 Pacaran dalam hukum islam sangat dilarang (Baca juga: Pacaran itu tidak nikmat dan tidak spesial ). Yang diperbolehkan adalah Ta'aruf, namun ini juga masih sering diperbincangkan. Pacaran dalam islam (Ta'aruf) ini, ada banyak batasannya. Batasan dalam berpacaran menurut hukum islam diantaranya adalah sebagai berikut:1. Tidak melakukan perbuatan yang dapat mengarahkan kita kepada perbuatan zina, Di antara perbuatan tersebut seperti berdua-duaan dengan lawan jenis ditempat yang sepi, bersentuhan termasuk bergandengan tangan, berciuman, dan lain sebagainya.2. Tidak menyentuh perempuan yang bukan muhrimnya karena sudah ada hukum islam nya.3. Tidak berduaan dengan lawan jenis yang bukan muhrimnya, karena mengakibatkan munculnya hawa nafsu.4. Harus menjaga mata atau pandangan kita ke pandangan yang mengarah pada timbulnya hawa nafsu. Sebab mata kuncinya hati. Dan pandangan itu pengutus fitnah yangsering membawa kepada perbuatan zina.
5. Menutup aurat Sangat diwajibkan kepada kaum wanita untuk menjaga aurat dan dilarang memakai pakaian yang mempertontonkan bentuk tubuhnya, kecuali untuk suaminya. Dalam hadis dikatakan bahwa wanita yang keluar rumah dengan berpakaian yang mempertontonkan lekuk tubuh, memakai minyak wangi yang baunya semerbak, memakai make up dan sebagainya setiap langkahnya dikutuk oleh para Malaikat, dan setiap laki-laki yang memandangnya sama dengan berzina mata dengannya. Di hari kiamat nanti perempuan seperti itu tidak akan mencium baunya surga, apa lagi masuk surga.Selagi batasan Ta'aruf (pacaran dalam islam) di atas tidak dilanggar, maka pacaran dalam islam seperti yang dijelaskan di atas hukumnya boleh. Tetapi persoalannya sanggupkah pacaran tanpa berpandang-pandangan, berpegangan, bercanda ria, berciuman, dan lain sebagainya. setelah itu terserah bagaimana menyikapinya. Jika anda sudah tahu akibat dari perbuatan, ukhti harus berfikir dewasa dalam menyikapinya (copy
jika sudah begitu adakah pacaran secara islami? ya jawaban penguatnya jika mau pacaran secara islami maka berpacaranlah setelah menikah!!!so, mana jiwa muslim kamu? katanya muslim? laksanakan dong perintah Alloh, jauhi juga larang Alloh.. klo masih melanggar perintah Alloh apakah dikatakan sebagai seorang muslim?yang benar-benar ngaku musim, kamu harus percaya bahwa cinta yang kalian maksudkan saat ini hanya semu hanya karna hawa nafsu mu saja, jadi? kalian suka sama yang semu, sesuatu yang palsu? sesuatu yang Kawe gtu? suka barang yang kawe-kawean? lebih suka mana dengan sesuatu yang original? ya, pilihana ada di tangan mu. klo ngaku muslim pasti akana melaksanakan perintah Alloh...jadi, bagaimana cara mendapat cinta yang abadi karna Alloh?
  hal yang paling utama yang harus kita lakukan untuk mendapat keabadian cinta ialah mengikhlaskan cintanya dengan sepenuh hati untuk beribadah kepada Alloh dengan mengharap ridho Alloh, cinta abadi menurut pandangan isalam ialah cinta yang di dasarkan karna Alloh semata, menyerahkan masa depannya hanya kepada Alloh, karna Alloh yang tlah menentukan jodoh kita sejak kita di dalam rahim ibu, pecayailah kata 'jodoh gak akan kemana'! eiits udah ah masa depannya terlalu jauh..mendapatkan cinta abadi karna Alloh bagi seorang remaja mempunyai arti lainnya juga, yakni dengan cara mengikuti nabi berdasarkanfirman Allah ta’ala:
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْKatakanlah (wahai Muhammad kepada umatmu): Jika kalian benar-benar mencintai Allah, maka ikutilah aku (Muhammad), niscaya Allah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa kalian“. (QS. Alu Imron: 31). dalam ayat diatas di jelaskan bahwa cara mendapat cinta abadi dari Alloh yakni dengan mengikuti sunah nabi, maka jelas sangat berhubungan sekali ,jika pacaran sebagai penghalang kita mengikuti rasul.. karna rasul sendiri belum pernah menyentuh yang bukan mahromya! cinta abadi itu tidak akan hangus walau kita sudah berada di alam lain, karan ketika kita mendapat cinta abadi dari Alloh maka Alloh akan memberi balasan kepada kita berupa syurga yang amat sangat nikmat yang didalamnya terdapat cinta dan kasih dari Alloh 
   ingatkan satu hal, keyakinan untuk terciptanya perubahan dalam dirimu hanya dengan menggenggam dan trus menyelam dalam keyakinan itu, karna jika engkau menginginkan perubahan maka percayalah pada dirimu bahwa kamu bisa berubah kepada sesuatu hal yang lebih baik...
Wallohu A'lam bishawab
photographer @fadzirR
#salamRG_UG #ourwholelifeisworship #exploreckw

Kamis, 01 Oktober 2015

Karakteristik orang yang mukmin dalam Al-Qur'an

pengertian beriman secara etimologi adalah percaya/yakin, sedangkan menurut terminologi ialah meyakini dengan hati mengucapkan dengan lisan mengamalkan dengan perbuatan/anggota badan. selaaku muslim kita harus bisa mencerminkan bagaimana iman yang sebenarnya , jangan ada istilah iman kok sholatnya masih bolong-bolong, aau masih disuruh sama orang tua, atau bahkan sholat sudah di tinggalkan , jadi cuma islam KTP..ngaku iman, ngaku muslim kok ngaji gak pernah,ngaku iman kok masih ada sifat baakhil, masih pelit padahal harta gak akan di bawa keliang lahat,  itu bukan pencerminan seorang muslim yang beriman kepada Alloh, karna itu saya disini akan menjelaskan bagaimana karakteristik orang yang beriman sesuai dengan Al-Qur'an,
di jelaskan Dalam Q.S.Al-Anfal : 2-4

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَاناً وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ -٢- الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلاَةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ -٣- أُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقّاً لَّهُمْ دَرَجَاتٌ عِندَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ -٤-
          Dalam QS. Al-Anfaal ayat 2-4 Allah SWT menjelaskan cirri-ciri orang mukmin itu, sebagaimana firman-Nya :” Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka ( karenanya ) dan kepada tuhanlah mereka bertawakkal”.
  Orang-orang beriman adalah mereka yang takut kepada Allah SWT karena keagungan dan kemuliaan-Nya,karena itulah, ketika ayat-ayat Al-Qur’an yang dibacakan itu mengenai keadilan Allah SWT, hukuman dan kekuatan-Nya, mereka merasa ngeri dan bergetarlah hati mereka   . Dan ketika dibacakan ayat-ayat mengenai kemurahan, kasih sayang, rahmat dan pahala Allah SWT, mereka merasakan ketentraman dalam diri mereka dan bertambah keimanan mereka. Orang-orang yang beriman itu mereka senantiasa bertawakkal hanya kepada Allah SWT dalam berbagai keadaan apapun dan mereka menggantungkan diri kepada-Nya mengenai segala urusan dalam hidupnya.
          Sekali lagi, orang-orang yang beriman itu ialah mereka yang mendirikan shalat sebagai bukti hubungannya dengan Allah SWT dan membelanjakan hartanya tanpa mengharapkan imbalan dan bermurah hati terhadap apa yang Allah SWT berikan kepada mereka baik berupa makanan dan minuman dan harta benda lainnya, sebagaimana firman-Nya:” Yaitu orang-orang yang mendirikan sholat dan yang menafkahkan sebagaian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka”.

          Allah Yang Maha Mulia, menunjukkan bahwa orang-orang yang memiliki ciri-ciri seperti yang diungkapkan di atas adalah benar-benar memenuhi syarat untuk disebut sebagai orang beriman, ayat ini mengatakan :” Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya, mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezki ( nikmat ) yang mulia”
alangkah mulianya diri kita jika kita bisa menjadi orang yang beriman dengan sebenar-benarnya iman,alanhgkah tinggi derajat kita di dunia maupun di akhirat jika kita bisa benar benar menggapai karakter org mukmin yang terdapat dalam aya diatas, tapi Alloh tetap maha bijaksana bila memang kita benar benar ada kemauan dan keyakinan kemuliaan itu masih terbuka lebar... masih bisa kita gapai dengan semangat beribadah kepada Alloh dengan meningkatkan ketaqwaaan kepadanya agar terbuka jalan Keimanan dengan sebenar-benarnya iman. 
patutkah kita mengkultus seseorang yang masih goyah keimanannya? tentu tidak siapa tau ia sedang dalam proses kesempurnaan dalam pandangan manusia, bisa saja ia akan lebih mulia dari kita yang mempunyai keyakinan bahwa iman kita sudah kuat, kadang iman orang muslim yang sudah lama menjadi muslim sendiri selalu kalah dengan orang yang baru mendapat hidayah dari Alloh, mengapa? jawabnnya meraka diberi hidayah, mereka tidak sekedar menjadi muslim yang sekedar bisa membaca Al-Qur'an, tapi mereka mendalami dan mengkaji isi Al-Quran yang begitu sangat sempurna, tidak lain mereka juga mengukuhkan percaya Akan muslimlah jalan terbaiknya, dan tidak goyahlah iman mereka, berbeda dengan kita selaku muslim yg sudah muslim dari kecil selalu goyah imannya, mengapa? hanya satu jawabnnya. kita punya rasa malu kepada Alloh atau tidak?, karna malu itu sebagian dari iman juga, tapi makna malu disini bukan malu yang bisa kita definisikan sehari-hari. malu disini ialah malu ketika kita masih sulit melaksanakan perintah Alloh, malu ketika kita melakukan dosa, malu ketika kita belum bisa menjadi orang yang mendekatkan diri kepada Allo, malu ketika kita belum mendapat Ridho dan cinta dari Alloh.
 sepantasnya sebagai seorang muslim hendaklah kita tekadkan dalam hati bahwa kita ingin mencapai kesempurnaan iman, ingin menjadi manusia yang Alloh muliakan, yang Alloh tinggikan derajatnya, tentu saja dengan tekad kita karna Alloh menjelaskan  dalam Al-Quran

“Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri yang merubah apa-apa yang ada pada diri mereka ” (QS.13:11)
Wallohu A'lam bishawab.
#salamRG_UG #our whole life is worship